Judi Bola – Barcelona Akan Kesulitan Menghadapi Valencia

Barcelona akan bertandang ke Stadion Mestalla, Sabtu 5 Desember 2015 untuk menghadapi Valencia. Luis Enrique, percaya bahwa pergantian pelatih di Valencia akan kembali menyulitkan timnya. Luis Enrique mengatakan bahwa pergantian pelatih di kubu Valencia membuat sejumlah keraguan di pihak Blaugrana. Ia percaya pergantian tersebut tidak membuat tugasnya semakin mudah.

“Kami akan menghadapi tim yang telah mengganti pelatihnya dan itu mendatangkan sejumlah kesulitan serta keraguan. Kami akan pergi untuk melanjutkan hasil bagus yang telah kami raih dalam beberapa pekan terakhir, akan tetapi ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Enrique saat konferensi pers Judi Bola.

Gary Neville menggantikan posisi Nuno Espirito Santo, yang mengundurkan diri sebagai pelatih Valencia usai dikalahkan Sevilla dengan skor 0-1 pada pekan ke-13 La Liga. Meski demikian, Gary Neville akan menonton pertandingan dari tribun penonton dan membiarkan caretaker Miguel Angulo dan Phil Neville, mengambil alih saat menjamu Barca.

“Mereka memiliki pemain muda yang berkualitas bagus dan apabila melihat permainannya, mereka adalah tim yang luar biasa,” tutur Enrique.

Kendati demikian, Enrique mengetahui pertandingan itu tidak akan mudah lantaran Valencia belum terkalahkan di kandang semenjak terakhir kali Barca bertandang ke Mestalla musim lalu. Kala itu Blaugrana memetik kemenangan tipis 1-0 berkat gol Sergio Busquets pada injury time.

“Ini merupakan salah satu lapangan tersulit yang harus kami hadapi. Akan tetapi semua rekor beruntun pasti akan berakhir, entah rekor baik maupun buruk. Tahun lalu kami menang pada menit akhir dan bertekad untuk kembali meraih tiga poin lagi,” ujar Enrique lebih lanjut.

Barcelona saat ini memuncaki klasemen sementara Liga Spanyol dengan raihan 33 poin dari 13 pertandingan, selisih empat dari Atletico Madrid di posisi kedua, dan terpaut enam poin dari Real Madrid yang berada di posisi tiga. Sementara itu, Valencia berada di posisi ke-9 dengan raihan 19 poin.

Takdir Buffon Menjadi Penjaga Gawang

Tepat pada 19 November 2015, Gianluigi Buffon merayakan 20 tahun kariernya setelah melakukan debut Serie A bersama Parma menghadapi AC Milan yang berakhir dengan skor 0-0.

Gianluigi Buffon kini telah genap 20 tahun berkarier di Serie A. Setelah mendapat banyak pujian atas perjalanan kariernya bersama Parma, Juventus, dan tim nasional Italia, kiper berusia 37 tahun itu justru mengaku sebenarnya tidak ingin menjadi seorang kiper.

Sepanjang kariernya, Buffon telah meraih sembilan gelar di level klub dan satu gelar juara dunia bersama Italia pada 2006. Akan tetapi, menjadi kiper bukanlah keinginan utamanya dan dia menyebut semua itu hanya berkat takdir.

“Saya mulai bermain sepak bola sama seperti yang dilakukan oleh semua anak-anak, yaitu bukan sebagai seorang penjaga gawang. Saya sangat suka mencetak gol dan semua hal tentang mencetak gol,” kata Buffon kepada situs resmi UEFA.

“Kemudian sejak usia enam atau tujuh tahun saya bermain di lini tengah bahkan pernah sebagai libero dan jujur saya merasa sangat menyukainya. Tapi tampaknya takdir telah membuat saya menjadi kiper,” tambahnya.

“Ayah menyarankan saya untuk berubah dan mencoba untuk bermain di bawah mistar gawang. Saya selalu suka mencoba suasana dan tantangan yang berbeda. Setelah satu tahun saya memutuskan mencoba bermain di bawah mistar gawang, setelah itu saya selalu bermain sepak bola sebagai kiper.”